ORANG – ORANG YANG TERLUPAKAN DAN MEMPUNYAI
ARTI PENTING DALAM KEHIDUPAN
Pahlawan, dalam
kehidupan sehari-hari tidak asing lagi kita dengar, bahkan di sekolah dasar,
sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas sudah banyak materi yang
di sampaikan guru tentang pahlawan. Di dalam pelajaran sekolah seperti sejarah,
pahlawan banyak identik dengan orang-orang yang berjuang merebut tanah air
Indonesia ini, dengan cara berjuang mengalahkan penjajah yang merebut hak
kemerdekaan yang seharusnya kita miliki sejak dulu.
Siapakah pahlawan dimasa sekarang ini?
Pahlawan tidak hanya seperti yang kita ketahui
seperti diatas, kata pahlawan ini banyak mengandung arti dan makna dalam hidup
ini. Pahlawan adalah sebuah kata benda, secara esimologi kata hasil atau buah,
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pahlawan berarti orang yang menonjol
karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, pejuang yang
gagah berani. Adapula yang menyimpulkan pahlawan adalah seseorang yang
berpahala yang perbuatannya memiliki pengaruh terhadap tingkah laku orang lain,
karena dinilai mulia dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat, bangsa atau
umat manusia. Seorang pahlawan adalah seorang yang memiliki sifat-sifat yang
mulia seperti keberanian, keperkasaan, rela berkorban, dan kesatriaan. Jadi
siapa – siapakah mereka ? Diantaranya Pernahkah kita mendengarkan buah karya
dari anak bangsa Iwan Fals yang bejudul UMAR BAKRI, lagu ini berceritakan
tentang seorang guru dengan sejuta kesederhanaan dan rela berkorban, untuk
mencerdaskan tunas-tunas bangsa. Sekarang pasti kita berpikir tentang yang
namanya guru. Guru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah orang yang kerjanya
mengajar seperti guru agama, guru bantu, guru besar, maha guru, guru kepala,
dan guru mengaji. Secara umum guru didefinisikan sebagai orang yang
berpendidikan propesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik atau muridnya. Guru
juga sering kita dengar sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, mengapa guru
dikatakan pahlawan tanpa tanda jasa? karena seorang guru telah mengabdikan
hidupnya untuk mencerdaskan generasi muda, tanpa mengharapkan sesuatu yang
lebih selain melihat anak didiknya berhasil dan sukses. Betapa besar jasa
seorang guru, karena dengan bimbingannya tunas – tunas bangsa jauh dari
kebodohan, dan juga dapat menjadi pemimpin serta dapat menggantikan mereka suatu
hari nanti. Tidak
mudah menjadi seorang guru, guru mesti memiliki jiwa pengabdian yang begitu
besar dan beribu kesabaran untuk membimbing, mencerdaskan berjuta tingkah laku
anak didik, supaya mereka menjadi orang yang berguna suatu hari nanti. Tidak
hanya mendidik dan mengajar mereka juga berperan sebagai orang tua di sekolah
bagi murid – muridnya, berarti selain mendidik dan memberikan ilmu, mereka juga
memberikan bimbingan kepada murid – muridnya tentang sopan santun, ahlak, tatakrama
dan hal – hal lain untuk bekal anak didik di lingkungannya.
Tenaga Kerja Indonesia (TKI) adalah
pahlawan devisa, tentu kita pernah mendengar, melihat dan membaca di berbagai
media, tentang pahlawan devisa negara. Apa itu pahlawan devisa negara? Mungkin banyak
orang yang sudah tahu, dan mungkin juga lebih banyak orang yang tidak tahu sama
sekali. Pahlawan devisa adalah orang-orang yang dapat dikatakan berjuang di
luar negara, namun bukan untuk berperang, tetapi mereka adalah orang-orang yang
bekerja diluar negara sebagai TKI. Devisa negara secara umum adalah barang
berharga yang dimiliki negara yang dipakai sebagai alat pembayaran dalam transaksi
dengan negara lain. Setelah mengetahui pengertian devisa mungkin kita masih
bertanya – tanya mengapa tenaga kerja Indonesia bisa dikatakan pahlawan devisa
negara? TKI disebut sebagai pahlawan devisa karena saat mereka bekerja keluar
negara otomatis mereka dibayar upah atau digaji dengan mata uang negara lain,
sehingga jika mereka pulang atau mengirimkan uang mereka ke Indonesia, berarti
jumlah mata uang asing di Indonesia ikut bertambah, dan jika jumlah mata uang
asing di Indonesia bertambah maka cadangan devisa negara juga ikut bertambah,
angka yang di hasilkan juga cukup besar hingga 63,9 terliyun pada tahun 2010
dan terus meningkat pertahunnya. Sehingga Indonesia jika bertransaksi dengan
negara lain Indonesia tidak perlu menukar lagi dengan mata uang lain karena
mata uang itu sudah ada tersedia di negara ini. Sehingga menghemat biaya
penukaran mata uang asing dengan mata uang negara.
TKI memang berperan penting bagi negara,
namun keberadaan tenaga kerja Indonesia di negara tempat mereka bekerja sangat
memprihatinkan jauh dari pengawasan pihak yang berwenang, keselamatannya tidak
sepenuhnya terjamin sehingga banyak kasus – kasus tenaga kerja Indonesia yang
teraniaya, disiksa, serta ada yang tidak
diberi gaji bahkan ada yang kehilangan nyawa. Tetapi tidak hanya itu ada juga
yang sebaliknya, tidak sedikit tenaga kerja Indonesia yang berbuat kriminal di
negara tempat mereka bekerja, contohnya di negara tetangga Malaysia pada tahun
2012 terdapat 2 TKI yang ditembak mati karena mencuri dan kabur saat hendak di
tangkap. Semoga
pemerintah selalu memberikan yang terbaik untuk pahlawan devisa negara ini,
dalam berbagai hal seperti perlindungan dan hak – hak kemanusiaan, sehingga
mereka dapat bekerja dengan baik dan keselamatan mereka dapat terjamin. ` Kata
pahlawan yang dapat diraih oleh seseorang dengan berbagai macam cara, seperti
meraih kemerdekaan, mendidik, serta penyumbang devisa negara dan mungkin masih
banyak lainnya. Tapi pernahkah kita berpikir siapa dibalik semua nama pahlawan
itu, yang menjadi pondasi bagi semua pahlawan untuk tetap hidup. Mungkin atau
juga pasti, Jika tidak ada mereka ini pahlawan tidak akan pernah ada, tidak
akan kita pelajari, juga tidak akan pernah kita kenang dan hormati. Siapa
mereka? Ini mungkin menjadi tanda tanya besar bagi kita, mereka adalah petani. Jangan terlalu meremehkan hal kecil, hal yang
terlihat hina dan dipandang sebelah mata, tapi kita tidak tahu betapa besarnya
peran hal kecil itu bisa menghasilkan hal yang besar. Petani, apa yang kita
lihat dari petani, kotor, jorok, jijik dan hal lain yang tidak ingin kita
rasakan. Tetapi betapa besarnya jasa seorang petani untuk hidup ini, kata
pahlawan tidak akan ada jika tidak ada petani, sekarang siapa yang bisa hidup
tanpa makan? Tidak ada seorangpun yang bisa hidup tanpa makan. Apa pahlawan
tidak makan? Pahlawan juga perlu makan, siapa yang menyediakan sumber makanan pahlawan
serta orang lain? Jawabanya pasti petani.
Betapa besar pengorbanan seorang petani,
mereka bekerja tak kenal lelah demi menyediakan sumber energi kehidupan.
Menahan teriknya pancaran surya, tidak peduli panas menerjang, mereka tetap
bersemangat menghijaukan lahan pertanian. Demi menyambung kehidupan keluarga
dan kehidupan orang lain. Petani disebut sebagai pahlawan pangan, pahlawan
ketahanan pangan, pahlawan pangan tanpa tanda jasa, pahlawan yang tidak
dihargai. Itu adalah beberapa nama yang diberikan kepada petani. Seharusnya untuk
masa sekarang petani dijadikan sebagai urutan teratas dalam berbagai julukan,
terutama pahlawan. Namun apa kenyataannya petani masih dipandang kelas rendahan
oleh sebagian banyak orang, apa semua yang telah dilakukan petani masih belum
membuat kita bangga dan menghargai petani. Apa penyebab semua ini?, apa sebuah
pekerjaan yang dianggap kotor, jorok dan jijik itu tidak layak dihargai,
walaupun pekerjaan itu adalah hal yang menentukan kehidupan. Kalau tak ada
petani mau makan apa kita?.
Indonesia negara
agraris, negara yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani.
Indonesia pernah menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 1995, kita memasok
beras ke negara lain, berarti Indonesia berhasil di sektor pertanian. Tapi itu
dulu, sekarang untuk mencukupi beras nasional, Indonesia memerlukan pasokan
dari luar negeri. Sudah demikian tetap saja masih banyak rakyat yang kelaparan,
mendapatkan sesuap nasi saja amat sangat sulit, berarti pertanian kita semakin
menurun dari sebelumnya, apa penyebabnya? Tentu banyak sekali faktor-fartor
yang menyebabkan itu terjadi, tetapi yang sangat dominan adalah kurangnya minat
pemuda sebagai generasi penerus dengan pertanian. Pemuda
zaman sekarang banyak memilih sekolah yang dianggap terbaik, dengan jurusan
yang dianggap banyak berpeluang tinggi, seperti akutansi, perkantoran, guru dan
sebagainya. Namun sangat kecil sekali yang memilih bidang pertanian, jika hal
ini berlanjut setiap tahun jumlah petani Indonesia semakin menurun, otomatis
jumlah pasokan kebutuhan pangan semakin menurun karena yang bekerja di bidang
pertanian juga sedikit. Hal ini dapat menimbulkan situasi menjadi lebih rumit
lagi. Berkurangnya minat
pemuda dengan pertanian, berarti tidak ada yang meneruskan perjuangan petani,
yang bisa kita anggap sebagai pahlawan kehidupan. Dengan demikian perlunya
minat pemuda untuk melanjutkan perjuangan petani, untuk terus berkecimpung
dibidang pertanian harus terus di tingkatkan. Agar kebutuhan pangan Indonesia
dapat terpenuhi bahkan dapat memasok ke luar negeri. Nasib petani sekarang sangat
memprihatinkan, dengan semakin meningkatnya kebutuhan hidup, yang disebabkan
oleh dampak dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM), hal ini pastinya juga
semakin menyulitkan petani karena otomatis biaya kebutuhan pertanian pasti juga
ikut meningkat, Seperti ketersediaan pupuk yang harganya menjulang tinggi.
Beban petani semakin meningkat dengan harga yang tinggi juga di sertai lagi
pupuk yang sulit didapat. tidak hanya itu nasib petani semakin sulit dengan
adanya rencana dicabutnya subsidi pupuk rakyat, apa ini pantas mereka terima?
Pastinya kita berkata tidak. Hal
ini di perparah dengan adanya alih fungsi lahan menjadi bangunan perumahan,
ruko dan bangunan lain yang sedikit demi sedikit menguranggi lahan pertanian,
sehingga berdampak jelas dengan hasil pangan, yang di hasilkan petani untuk
memenuhi kebutuhan pangan yang jelas sekali pasti menurun jumlahnya. Faktor
lainnya yang mempengaruhi nasib petani adalah banyaknya ketergantungan
masyarakat kepada produk luar negri, yang otomatis produk hasil pertanian lokal
menjadi menurun digunakan, sehingga pendapatan petani juga ikut menurun. Produk
luar negeri memang lebih baik dari produk lokal, namun jika kita mengunakan
produk lokal berarti kita juga ikut menghargai jasa seorang petani dan
mencintai negara kita yaitu Indonesia. Siapa lagi yang akan bangga dengan
bangsanya sendiri kalau bukan kita sebagai generasi muda jadi cintailah produk
Indonesia. Masih banyak lagi pahlawan – pahlawan lainnya
yang telah berjasa dalam kemerdekaan ini yang masih bisa kita lihat dalam
kehidupan kita sehari – harinya akan tetapi tidak dihargai oleh generasi muda
sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar