Sabtu, 23 November 2013

ARTIKEL PAHLAWAN 2013


ORANG – ORANG  YANG TERLUPAKAN DAN MEMPUNYAI

ARTI PENTING DALAM KEHIDUPAN

 

Pahlawan, dalam kehidupan sehari-hari tidak asing lagi kita dengar, bahkan di sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas sudah banyak materi yang di sampaikan guru tentang pahlawan. Di dalam pelajaran sekolah seperti sejarah, pahlawan banyak identik dengan orang-orang yang berjuang merebut tanah air Indonesia ini, dengan cara berjuang mengalahkan penjajah yang merebut hak kemerdekaan yang seharusnya kita miliki sejak dulu.                     

Siapakah pahlawan dimasa sekarang ini?

Pahlawan tidak hanya seperti yang kita ketahui seperti diatas, kata pahlawan ini banyak mengandung arti dan makna dalam hidup ini. Pahlawan adalah sebuah kata benda, secara esimologi kata hasil atau buah, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pahlawan berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, pejuang yang gagah berani. Adapula yang menyimpulkan pahlawan adalah seseorang yang berpahala yang perbuatannya memiliki pengaruh terhadap tingkah laku orang lain, karena dinilai mulia dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat, bangsa atau umat manusia. Seorang pahlawan adalah seorang yang memiliki sifat-sifat yang mulia seperti keberanian, keperkasaan, rela berkorban, dan kesatriaan. Jadi siapa – siapakah mereka ? Diantaranya Pernahkah kita mendengarkan buah karya dari anak bangsa Iwan Fals yang bejudul UMAR BAKRI, lagu ini berceritakan tentang seorang guru dengan sejuta kesederhanaan dan rela berkorban, untuk mencerdaskan tunas-tunas bangsa. Sekarang pasti kita berpikir tentang yang namanya guru. Guru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah orang yang kerjanya mengajar seperti guru agama, guru bantu, guru besar, maha guru, guru kepala, dan guru mengaji. Secara umum guru didefinisikan sebagai orang yang berpendidikan propesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik atau muridnya.                                                                                                   Guru juga sering kita dengar sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, mengapa guru dikatakan pahlawan tanpa tanda jasa? karena seorang guru telah mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi muda, tanpa mengharapkan sesuatu yang lebih selain melihat anak didiknya berhasil dan sukses. Betapa besar jasa seorang guru, karena dengan bimbingannya tunas – tunas bangsa jauh dari kebodohan, dan juga dapat menjadi pemimpin serta dapat menggantikan mereka suatu hari nanti.                                                                                                                        Tidak mudah menjadi seorang guru, guru mesti memiliki jiwa pengabdian yang begitu besar dan beribu kesabaran untuk membimbing, mencerdaskan berjuta tingkah laku anak didik, supaya mereka menjadi orang yang berguna suatu hari nanti. Tidak hanya mendidik dan mengajar mereka juga berperan sebagai orang tua di sekolah bagi murid – muridnya, berarti selain mendidik dan memberikan ilmu, mereka juga memberikan bimbingan kepada murid – muridnya tentang sopan santun, ahlak, tatakrama dan hal – hal lain untuk bekal anak didik di lingkungannya.                                                                                                        

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) adalah pahlawan devisa, tentu kita pernah mendengar, melihat dan membaca di berbagai media, tentang pahlawan devisa negara. Apa itu pahlawan devisa negara? Mungkin banyak orang yang sudah tahu, dan mungkin juga lebih banyak orang yang tidak tahu sama sekali. Pahlawan devisa adalah orang-orang yang dapat dikatakan berjuang di luar negara, namun bukan untuk berperang, tetapi mereka adalah orang-orang yang bekerja diluar negara sebagai TKI. Devisa negara secara umum adalah barang berharga yang dimiliki negara yang dipakai sebagai alat pembayaran dalam transaksi dengan negara lain. Setelah mengetahui pengertian devisa mungkin kita masih bertanya – tanya mengapa tenaga kerja Indonesia bisa dikatakan pahlawan devisa negara? TKI disebut sebagai pahlawan devisa karena saat mereka bekerja keluar negara otomatis mereka dibayar upah atau digaji dengan mata uang negara lain, sehingga jika mereka pulang atau mengirimkan uang mereka ke Indonesia, berarti jumlah mata uang asing di Indonesia ikut bertambah, dan jika jumlah mata uang asing di Indonesia bertambah maka cadangan devisa negara juga ikut bertambah, angka yang di hasilkan juga cukup besar hingga 63,9 terliyun pada tahun 2010 dan terus meningkat pertahunnya. Sehingga Indonesia jika bertransaksi dengan negara lain Indonesia tidak perlu menukar lagi dengan mata uang lain karena mata uang itu sudah ada tersedia di negara ini. Sehingga menghemat biaya penukaran mata uang asing dengan mata uang negara.            

TKI memang berperan penting bagi negara, namun keberadaan tenaga kerja Indonesia di negara tempat mereka bekerja sangat memprihatinkan jauh dari pengawasan pihak yang berwenang, keselamatannya tidak sepenuhnya terjamin sehingga banyak kasus – kasus tenaga kerja Indonesia yang teraniaya,  disiksa, serta ada yang tidak diberi gaji bahkan ada yang kehilangan nyawa. Tetapi tidak hanya itu ada juga yang sebaliknya, tidak sedikit tenaga kerja Indonesia yang berbuat kriminal di negara tempat mereka bekerja, contohnya di negara tetangga Malaysia pada tahun 2012 terdapat 2 TKI yang ditembak mati karena mencuri dan kabur saat hendak di tangkap.                                                                                                            Semoga pemerintah selalu memberikan yang terbaik untuk pahlawan devisa negara ini, dalam berbagai hal seperti perlindungan dan hak – hak kemanusiaan, sehingga mereka dapat bekerja dengan baik dan keselamatan mereka dapat terjamin.          `                                                                                   Kata pahlawan yang dapat diraih oleh seseorang dengan berbagai macam cara, seperti meraih kemerdekaan, mendidik, serta penyumbang devisa negara dan mungkin masih banyak lainnya. Tapi pernahkah kita berpikir siapa dibalik semua nama pahlawan itu, yang menjadi pondasi bagi semua pahlawan untuk tetap hidup. Mungkin atau juga pasti, Jika tidak ada mereka ini pahlawan tidak akan pernah ada, tidak akan kita pelajari, juga tidak akan pernah kita kenang dan hormati. Siapa mereka? Ini mungkin menjadi tanda tanya besar bagi kita, mereka adalah petani.     Jangan  terlalu meremehkan hal kecil, hal yang terlihat hina dan dipandang sebelah mata, tapi kita tidak tahu betapa besarnya peran hal kecil itu bisa menghasilkan hal yang besar. Petani, apa yang kita lihat dari petani, kotor, jorok, jijik dan hal lain yang tidak ingin kita rasakan. Tetapi betapa besarnya jasa seorang petani untuk hidup ini, kata pahlawan tidak akan ada jika tidak ada petani, sekarang siapa yang bisa hidup tanpa makan? Tidak ada seorangpun yang bisa hidup tanpa makan. Apa pahlawan tidak makan? Pahlawan juga perlu makan, siapa yang menyediakan sumber makanan pahlawan serta orang lain? Jawabanya pasti petani.                                          

Betapa besar pengorbanan seorang petani, mereka bekerja tak kenal lelah demi menyediakan sumber energi kehidupan. Menahan teriknya pancaran surya, tidak peduli panas menerjang, mereka tetap bersemangat menghijaukan lahan pertanian. Demi menyambung kehidupan keluarga dan kehidupan orang lain. Petani disebut sebagai pahlawan pangan, pahlawan ketahanan pangan, pahlawan pangan tanpa tanda jasa, pahlawan yang tidak dihargai. Itu adalah beberapa nama yang diberikan kepada petani. Seharusnya untuk masa sekarang petani dijadikan sebagai urutan teratas dalam berbagai julukan, terutama pahlawan. Namun apa kenyataannya petani masih dipandang kelas rendahan oleh sebagian banyak orang, apa semua yang telah dilakukan petani masih belum membuat kita bangga dan menghargai petani. Apa penyebab semua ini?, apa sebuah pekerjaan yang dianggap kotor, jorok dan jijik itu tidak layak dihargai, walaupun pekerjaan itu adalah hal yang menentukan kehidupan. Kalau tak ada petani mau makan apa kita?.                                                                                

Indonesia negara agraris, negara yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani. Indonesia pernah menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 1995, kita memasok beras ke negara lain, berarti Indonesia berhasil di sektor pertanian. Tapi itu dulu, sekarang untuk mencukupi beras nasional, Indonesia memerlukan pasokan dari luar negeri. Sudah demikian tetap saja masih banyak rakyat yang kelaparan, mendapatkan sesuap nasi saja amat sangat sulit, berarti pertanian kita semakin menurun dari sebelumnya, apa penyebabnya? Tentu banyak sekali faktor-fartor yang menyebabkan itu terjadi, tetapi yang sangat dominan adalah kurangnya minat pemuda sebagai generasi penerus dengan pertanian.                                Pemuda zaman sekarang banyak memilih sekolah yang dianggap terbaik, dengan jurusan yang dianggap banyak berpeluang tinggi, seperti akutansi, perkantoran, guru dan sebagainya. Namun sangat kecil sekali yang memilih bidang pertanian, jika hal ini berlanjut setiap tahun jumlah petani Indonesia semakin menurun, otomatis jumlah pasokan kebutuhan pangan semakin menurun karena yang bekerja di bidang pertanian juga sedikit. Hal ini dapat menimbulkan situasi menjadi lebih rumit lagi.                                                                                          Berkurangnya minat pemuda dengan pertanian, berarti tidak ada yang meneruskan perjuangan petani, yang bisa kita anggap sebagai pahlawan kehidupan. Dengan demikian perlunya minat pemuda untuk melanjutkan perjuangan petani, untuk terus berkecimpung dibidang pertanian harus terus di tingkatkan. Agar kebutuhan pangan Indonesia dapat terpenuhi bahkan dapat memasok ke luar negeri.                                                                                        Nasib petani sekarang sangat memprihatinkan, dengan semakin meningkatnya kebutuhan hidup, yang disebabkan oleh dampak dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM), hal ini pastinya juga semakin menyulitkan petani karena otomatis biaya kebutuhan pertanian pasti juga ikut meningkat, Seperti ketersediaan pupuk yang harganya menjulang tinggi. Beban petani semakin meningkat dengan harga yang tinggi juga di sertai lagi pupuk yang sulit didapat. tidak hanya itu nasib petani semakin sulit dengan adanya rencana dicabutnya subsidi pupuk rakyat, apa ini pantas mereka terima? Pastinya kita berkata tidak.                Hal ini di perparah dengan adanya alih fungsi lahan menjadi bangunan perumahan, ruko dan bangunan lain yang sedikit demi sedikit menguranggi lahan pertanian, sehingga berdampak jelas dengan hasil pangan, yang di hasilkan petani untuk memenuhi kebutuhan pangan yang jelas sekali pasti menurun jumlahnya. Faktor lainnya yang mempengaruhi nasib petani adalah banyaknya ketergantungan masyarakat kepada produk luar negri, yang otomatis produk hasil pertanian lokal menjadi menurun digunakan, sehingga pendapatan petani juga ikut menurun. Produk luar negeri memang lebih baik dari produk lokal, namun jika kita mengunakan produk lokal berarti kita juga ikut menghargai jasa seorang petani dan mencintai negara kita yaitu Indonesia. Siapa lagi yang akan bangga dengan bangsanya sendiri kalau bukan kita sebagai generasi muda jadi cintailah produk Indonesia.                                                                                                                      Masih banyak lagi pahlawan – pahlawan lainnya yang telah berjasa dalam kemerdekaan ini yang masih bisa kita lihat dalam kehidupan kita sehari – harinya akan tetapi tidak dihargai oleh generasi muda sekarang.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar